Corporate Social
Responsibility (CSR) atau tanggungjawab sosial perusahaan merupakan suatu
konsep bahwa organisasi khususnya perusahaan memiliki tanggungjawab terhadap
pemegang saham, karyawan, konsumen, masyarakat dan lingkungan yang berkaitan
dengan operasional perusahaan. CSR berhubungan erat dengan “pembangunan
berkelanjutan”, dimana terdapat argumentasi bahwa suatu perusahaan dalam
melaksanakan aktivitasnya harus mendasarkan keputusannya tidak hanya
berdasarkan faktor keuangan belaka melainkan harus berdasarkan pada konsekuensi
sosial dan lingkungan untuk saat ini maupun untuk yang akan datang. Milne (Eko
Suyono, 2010 : 4). Masalah yang terjadi di masyarakat adalah masyarakat umumnya
tidak mengerti tentang CSR.
PT Indocement Tunggal
Prakarsa Tbk merupakan salah satu produsen semen terbesar dan berkualitas di Indonesia,
PT Indocement memiliki komitmen kuat untuk meneruskan bisnis secara etis dan
taat hukum, membantu usaha-usaha peningkatan ekonomi, dan turut memperbaiki
kehidupan para karyawan serta masyarakat sekitar wilayah operasi. PT Indocement
mendasarkan program-program CSR pada konsep pembangunan yang berkelanjutan
(sustainable development) dengan tiga dasar utama kepentingan (Triple Bottom
Lines), yakni memelihara lingkungan, memberikan manfaat bagi masyarakat lokal,
dan menjaga pertumbuhan perusahaan. Dalam pelaksanaan program-program CSR PT
Indocement mengacu pada kegiatan yang terkelompok dalam kerangka Lima Pilar
(The Five Pilars) yaitu pendidikan, ekonomi, kesehatan, (sosial, budaya, agama,
dan olahraga), dan keamanan.
Pada pelaksanaan CSR PT
Indocement yang berlandaskan pada konsep triple bottom line (ekonomi, sosial,
dan lingkungan) dan kerangka lima pilar pembangunan berkelanjutan maka
Departement CSR melakukan pembagian section atau bagian dalam departemen
menjadi Community Development Section (Comdev section) dan Social Development
Project Section (SDP section). Keduanya bekerja secara team work untuk
mendapatkan hasil yang maksimal sesuai dengan tujuan awalnya. Berdasarkan
rencana strategis CSR PT Indocement, program yang menjadi prioritas adalah
konsep program Lima Pilar Pengembangan Masyarakat yang dikoordinir oleh Comdev
section dan Proyek Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development
Project yang dikoordinir oleh SDP section. Program Lima Pilar yang di lakukan
secara tersusun dan berkelanjutan di 12 Desa Binaan PT Indocement diantaranya
(PT Indocement CSR, 2009):
1.
Pilar Pendidikan Program pendidikan yang dilakukan
bertujuan untuk meningkatkan indeks pembangunan manusia di desa-desa binaan
sekitar wilayah operasi perusahaan. Program-program tersebut meliputi
pembangunan dan renovasi gedung-gedung sekolah (PAUD, SD, SMP,dan SMA),
beasiswa, latihan-latihan keterampilan melalui Sekolah Magang Indocement (SMI),
perpustakaan, dan fasilitas serta perlengkapan lainnya berupa buku-buku,
bangku, dan meja.
2.
Pilar Ekonomi Salah satu program yang dilakukan PT
Indocement di bidang ekonomi adalah dengan membangun usaha kecil dan menengah,
yang disesuaikan dengan potensi yang ada di 12 desa binaan. Usaha-usaha
pemberdayaan yang dilakukan mencakup serangkaian pelatihan, bimbingan dan
arahan tentang bagaimana mengembangkan bisnis mereka itu serta bantuan modal
usaha, program ini juga bekerjasama dengan PKBL Bank Mandiri. Perusahaan
membangun berbagai infrastruktur, seperti jalan, jembatan, rumah ibadah di 12
desa binaan sekitar pabrik Citeureup. Berkat pemberdayaan itu, banyak diantara
mereka telah menjadi panutan dibidangnya masing-masing, seperti peternakan
ayam, konveksi, pembuatan kue, dan bengkel sepeda motor.
3.
Pilar Kesehatan Program ini bertujuan memberikan
prasarana untuk meningkatkan kesehatan masyarakat desa setempat, dan secara
umum juga merupakan partisipasi PT Indocement dalam program pemerintah
membangun masyarakat sekitar yang sehat serta membantu prasarana pendukung
Posyandu di Gunung Sari, Pasirmukti, Nambo, Bantarjati, Citeureup dan desa yang
lain yang termasuk 12 desa binaan CSR unit Citeureup. PT Indocement juga
membangun sarana fisik kesehatan yaitu Posyandu di Desa Gunung Putri,
Pasirmukti. PT Indocement juga mendirikan sarana fasilitas air bersih di desa
Citeureup dan Pasirmukti. Selain itu PT Indocement juga mengadakan Posling
(Puskesmas Keliling) di setiap desa binaannya dengan menggunakan sistem rolling
bergantian di setiap desanya. Program ini memberikan bantuan PMT, pengurangan
jumlah balita gizi buruk, penyuluhan kesehatan dan pengobatan gratis bagi
masyarakat yang berada di 12 desa binaan CSR unit Citeureup.
4.
Pilar Sosbudag (Sosial, Budaya, dan agama) dan Olahraga
Pada bidang ini PT Indocement membangun berbagai infrastruktur, seperti jalan,
jembatan, rumah ibadah di desa-desa binaan sekitar daerah operasial perusahaan.
PT Indocement juga memberikan pembinaan kepada generasi muda melalui pemberian
sarana untuk kegiatan olah raga, memelihara budaya lokal, seperti tarian
Degung, Reog dan kesenian lokal lainnya. CSR PT Indocement juga mengadakan program
pembinaan sepak bola dengan peserta dari 12 desa binaan. Pada bulan Ramadhan PT
Indocement juga mengadakan buka puasa bersama yang diadakan di Masjid As-Salam
yang berada di lingkungan pabrik dengan mengundang perwakilan tokoh masyarakat
dari 12 desa binaannya. Selain itu, pada Hari Raya Idul Fitri perusahaan juga
melakukan pembagian zakat kepada masyarakat sekitar dan membantu para korban
gempa di Garut, Jawa Barat berupa paket bantuan yang merupakan sumbangan
pribadi dari Direksi Indocement, Ikatan Manajemen Indocement (IMI) dan Serikat
Pekerja (SP) Indocement serta Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Kabupaten
Bogor.
5.
Pilar Keamanan Salah satu kegiatan yang dilakukan
melalui bidang keamanan ini dengan menggalang kerja sama dengan masyarakat guna
memelihara suasana aman melalui 54 pembinaan Pam Swakarsa. Hal itu dilaksanakan
dengan memberikan pelatihanpelatihan keamanan kepada masyarakat atau petugas
Linmas di desa-desa binaan serta menyediakan fasilitas-fasilitas pendukung dan
peralatan, seperti pos keamanan lingkungan dan seragam petugas keamanan lokal.
Analisis: jadi menurut
saya Kebijakan perusahaan PT Indocement dalam implementasi CSR didasarkan pada
konsep pembangunan berkelanjutan yang bertumpu pada tiga pencapaian yang
bermanfaat secara ekonomi, sosial dan lingkungan (triple bottom lines), yaitu
people, planet, and profit. Selain itu, PT Indocement juga mendasarkan program
ini pada kerangka Lima Pilar pembangunan berkelanjutan meliputi bidang
pendidikan, ekonomi, kesehatan, sosial-budaya-agama-olahraga dan keamanan. Pada
tahap implementasi PT Indocement membentuk suatu organisasi atau divisi
tersendiri yang menangani keseluruhan pelaksanaan CSR PT Indocement yaitu
sebuah Corporate Social Responsibility Departement yang memiliki misi yaitu
menjalankan seluruh kegiatan usaha dengan tetap memperhatikan kesejahteraan
komunitas (wholesome community) dan dengan menerapkan konsep ramah lingkungan
(environment friendly) dengan tetap memperhatikan pengembangan perusahaan yang
berkelanjutan (sustainable development) dan memiliki visi membangun kepentingan
perusahaan untuk kepentingan bersama perusahaan dan komunitas, khususnya
komunitas lokal dimana perusahaan beroperasi, sehingga tercipta hubungan yang
harmonis.
referensi :
http://feunsika.ac.id/Jurnal-online/wp-content/uploads/2015/12/DEDI-SONI-090412.pdf
http://repository.ipb.ac.id/jspui/bitstream/123456789/27325/12/I10ymu.pdf
